Albert
Einstein (1879 -1955) - Dianggap Lemah dan Konyol
Sampai
usianya empat tahun, Einstein tak bisa bicara. Hingga usia 7 tahun ia tak bisa
membaca. Gurunya menggambarkan Einstein kecil sebagai anak yang memiliki mental
rendah, antisosial, dan terobesi dengan mimpi-mimpi konyolnya.
Ketika
dewasa, Einstein ditolak masuk Zurich Polytechnic School. Bahkan ketika ia
masuk The University of Ber, disertasi Ph.D-nya tak diterima karena dianggap
tak relevan. Namun dari mimpi-mimpi yang oleh kebanyakan orang tak masuk akal
itulah Einstein menciptakan sejumlah penemuan yang menjadi dasar ilmu
pengetahuan.
Albert
Einstein dapat dikatakan sebagai ilmuwan paling terkenal di abad 20. Einstein
adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar
dalam abad ke-20. Penemuan terbesarnya adalah teori relativitas yang dikemudian
hari disalahgunakan manusia untuk pengembangan senjata nuklir. Einstein juga
banyak menyumbang pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan
kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk
penemuannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika
Teoritis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi
terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan.
Kepopuleran Einstein melampaui popularitas semua ilmuwan dalam sejarah dan
Einstein sampai sekarang menjadi simbol kejeniusan. Wajahnya merupakan salah
satu yang paling dikenal di seluruh dunia hingga majalah times tahun 1999 menobatkan
Einstein sebagai tokoh abad 20.
Memahami
Alam Semesta
Allah
Subhanahu wa Ta’ala telah mencipatakan alam semesta ini dengan keseimbangan
yang sangat presisi. Seluruh benda langit melintas pada garis edarnya dengan
tertib selama jutaan tahun. Ini bisa terjadi karena keseimbangan yang berlaku
atasnya sebagaimana telah dinyatakan didalam Al-Qur’an yang mulia :
“Dialah
yang telah menciptakan 7 langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat
pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah
berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ? Kemudian
lihatlah lagi dan lagi, pandanganmu akan lelah dalam mencari sesuatu yang tidak
seimbang.” [QS. Al-Mulk : 3-4]
Bayangkan
kita sedang naik sepeda. Kalau kita tidak mampu menjaga keseimbangan, maka
hanya dalam dua atau tiga kayuhan sepeda sudah akan rubuh. Namun begitu kita
bisa menjaga sepeda tetap seimbang, maka kita bisa menempuh berpuluh-puluh
kilometer dan tetap tegak.
Bisa
kita bayangkan betapa seimbang alam semesta ini yang bisa bertahan selama
berjuta-juta tahun. Seandainya keseimbangan itu terganggu sedikit saja niscaya
akan runtuhlah alam semesta ini. Keseimbangan inilah yang mungkin telah memukau
Einstein sehingga meluncurlah pernyataan sebgaimana tertulis di atas.
Pertanyaan
berikutnya adalah : bagaimana hal ini bisa terjadi ?
Pembahasan
tentang masalah ini telah begitu sering dilakukan. Saya khawatir akan membuat
Anda bosan bila mengulanginya lagi. Kita lagnsung saja mengembalikannya kepada
Al-Qur’an.
“Sekiranya
ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan
selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Masa Sucilah
Allah, pemilik ‘Arsy, dari segala yang mereka sifatkan kepada_Nya.” [QS.
Al-Anbiyaa' : 22]
Kesimpulan
saya, Einstein hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk mencapai penemuan
terbesarnya. Yaitu untuk menemukan Tuhannya yang Maha Esa. Yang bersendirian
dalam menciptakan dan mengatur makhluknya.
Kemungkinan
lain adalah dia sebenarnya telah menempuh langkah itu dan menemukan_Nya. Akan
tetapi tidak diutarakan. Untuk suatu alasan yang tidak diketahui.
Kantor
berita Iran IRIB (24/9) baru-baru ini melansir sebuah berita yang menyatakan
bahwa ilmuwan Albert Einstein adalah seorang penganut Syiah. Irib mengutip
sebuah surat rahasia Albert Einstein, ilmuan Jerman penemu teori relatifitas
itu, yang menunjukkan bahwa dirinya adalah penganut madzhab Islam tersebut.
Berdasarkan
laporan situs Mouood.org, Einstein pada tahun 1954 dalam suratnya kepada
Ayatollah Al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, marji besar Syiah kala itu,
menyatakan, “Setelah 40 kali menjalin kontak surat-menyurat dengan Anda
(Ayatollah Boroujerdi), kini saya menerima agama Islam dan mazhab Syiah 12
Imam”.
Einstein
dalam suratnya itu menjelaskan bahwa Islam lebih utama ketimbang seluruh
agama-agama lain dan menyebutnya sebagai agama yang paling sempurna dan
rasional. Ditegaskannya, “Jika seluruh dunia berusaha membuat saya kecewa
terhadap keyakinan suci ini, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya walau
hanya dengan membersitkan setitik keraguan kepada saya”.
Einstein
dalam makalah terakhirnya bertajuk Die Erklarung (Deklarasi) yang ditulis pada
tahun 1954 di Amerika Serikat dalam bahasa Jerman menelaah teori relatifitas
lewat ayat-ayat Al-Quran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib as dalam kitab
Nahjul Balaghah.
Dalam
makalahnya itu, Einstein menyebut penjelasan Imam Ali as tentang perjalanan
miraj jasmani Rasulullah ke langit dan alam malaikat yang hanya dilakukan dalam
beberapa detik sebagai penjelasan Imam Ali as yang paling bernilai.
Ketika
media-media zionis berusaha mencegah peningkatan jumlah pemeluk baru Islam di
kalangan masyarakat Barat dan berusaha mencoreng citra agama cinta damai dan
keadilan ini, terungkap sebuah surat rahasia Albert Einstein, ilmuan Jerman
penemu teori relatifitas yang menunjukkan bahwa dirinya adalah penganut Islam Syiah
Imamiyah
Berdasarkan
laporan situs Mouood.org, Einstein pada tahun 1954 dalam suratnya kepada
Ayatollah Al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, marji besar Syiah kala itu,
menyatakan, “Setelah 40 kali menjalin kontak surat-menyurat dengan Anda
(Ayatollah Boroujerdi), kini saya menerima agama Islam dan mazhab Syiah 12
Imam”.Einstein dalam suratnya itu menjelaskan bahwa Islam lebih utama ketimbang
seluruh agama-agama lain dan menyebutnya sebagai agama yang paling sempurna dan
rasional. Ditegaskannya, “Jika seluruh dunia berusaha membuat saya kecewa
terhadap keyakinan suci ini, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya walau
hanya dengan membersitkan setitik keraguan kepada saya”.
Salah
satu hadis yang menjadi sandarannya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Allamah
Majlisi tentang mikraj jasmani Rasulullah saw. Disebutkan, “Ketika terangkat
dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah bejana berisi air yang
menyebabkan air tumpah. Setelah Nabi kembali dari mikraj jasmani, setelah
melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas
tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang mahal
harganya, karena menjelaskan kemampuan keilmuan para Imam Syiah dalam
relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani
berbanding terbalik dengan formula terkenal “relativitas materi dan energi”.E =
M.C² >> M = E : C²Artinya, sekalipun badan kita berubah menjadi energi,
ia dapat kembali berujud semula, hidup kembali.Dalam suratnya kepada Ayatullah
al-Uzma Boroujerdi, sebagai penghormatan ia selalu menggunakan kata panggilan
“Boroujerdi Senior”, dan untuk menggembirakan ruh Prof. Hesabi (fisikawan dan
murid satu-satunya Einstein asal Iran), ia menggunakan kata “Hesabi yang
mulia”. Naskah asli risalah ini masih tersimpan dalam safety box rahasia London
(di bagian tempat penyimpanan Prof. Ibrahim Mahdavi), dengan alasan
keamanan.Risalah ini dibeli oleh Prof. Ibrahim Mahdavi (tinggal di London)
dengan bantuan salah satu anggota perusahaan pembuat mobil Benz seharga 3 juta
dolar dari seorang penjual barang antik Yahudi. Tulisan tangan Einstein di
semua halaman buku kecil itu telah dicek lewat komputer dan dibuktikan oleh
para pakar manuskrip.
Pendapat
Albert Einstein tentang Islam ?
“Jika
seluruh dunia berusaha membuat saya kecewa terhadap keyakinan suci ini, niscaya
mereka tidak akan mampu melakukannya walau hanya dengan membersitkan setitik
keraguan kepada saya”. (Einstein)Einstein diyakini beragama Islam syi’ah
melalui surat2 nya kepada Ayatollah Al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi
Einstein
dalam makalah terakhirnya bertajuk Die Erklarung (Deklarasi) yang ditulis pada
tahun 1954 di Amerika Serikat dalam bahasa Jerman menelaah teori relatifitas
lewat ayat-ayat Al-Quran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib as dalam kitab
Nahjul Balaghah.Dalam makalahnya itu, Einstein menyebut penjelasan Imam Ali as
tentang perjalanan miraj jasmani Rasulullah ke langit dan alam malakut yang
hanya dilakukan dalam beberapa detik sebagai penjelasan Imam Ali as yang paling
bernilai.
Rincian
tambahan
Einstein
seorang Yahudi yang pada akhirnya memilih Islam syi’ah
…
Einstein juga disebut sebagai manusia paling cerdas ke dua setelah Nabi
Muhammad SAW


Tidak ada komentar:
Posting Komentar